• Permatakoe yang Hilang (part 2)

              Bagaikan menanti salju di tanah gersang negeri ini. Mungkin begitulah penantian dan tanda tanya besarku dalam pencarianku ini. Ya, pencarian gadis berparas imut itu yang telah lama kurindukan dan kini telah menjadi permataku yang hilang. Semakin kucari dan semakin buntu jalanku untuk menemukannya, yang ku tak tahu entah kenapa. Tapi yang selalu kuyakin pasti aku akan menemukannya.

              Tak lama sebelum aku menuliskan cerita ini, aku terkaget bahagia didalam kesibukanku di dunia maya, dunia tanpa batas katanya. Aku memang hampir menghabiskan banyak waktuku didunia maya, bukan karena tak ada kerjaan tapi karena bisnis kecil-kecilanku yang tak bisa dipisahkan dari dunia tak nyata ini. Hingga akhirnya.....

              Twitter dan facebook, dua halaman penting yang entah kenapa selalu kubuka paling awal disetiap aku terkoneksi dengan jaringan internet. Ya, aku menyadari pribadiku yang suka berteman dan selalu mencari teman baru, kurasa dua media ini cukup tepat bagiku. Dan tak tahu kenapa saat itulah terfikir olehku untuk mencari fany gadis cantik yang telah lama kucari. Awalnya aku ragu untuk mengetikkan namanya dikolom pencarian, tapi apa salahnya kucoba. Hingga akhirnya kutemukan akun twitternya yang berimbuhkan angka 17 di usernamenya, dan aku yakin benar kalau di foto profil itu adalah dia. Siang itu cukup membuatku senang kegirangan karena aku telah menemukan yang selama ini kucari.

              Tanpa pikir panjang, langsung saja kuketikkan pesan untuknya berharap akan segera dibalas. Dan pertama kali yang kupesankan adalah aku meminta kontaknya dan kutanyakan kabarnya. Seminggu sudah pesan itu kukirimkan, tak juga ada balasan. Hingga akhirnya sekitar dua minggu kemudian aku mendapat balasan dari pesan langsung di twitterku, dan itu darinya. Balasan darinya tak cukup panjang dan hanya pin BB saja, ya mungkin ia tak menganggap pesan dariku ini istimewa, wajar saja pikirku karena memang sudah lama kami tak komunikasi apalagi bersua, mungkin kehadiranku sudah seperti orang lain baginya.

              Tak masalah bagiku kalau ini hal biasa baginya, tapi bagiku ia tetaplah adikku yang sangat istimewa dan telah lama kucari. Lalu, ku invite pin BB nya, dan setelah di accept tanpa pikir panjang kukirimkan pesan untuk menanyakan kabarnya kini. Alhamdulillah aku cukup bahagia membaca balasannya, ternyata fany baik-baik saja. Tak ada basa basi dariku untuk menanyakan banyak hal tentangnya, tapi yang pertama kusampaikan dari pesan di bbm itu adalah wujud kebahagiaanku yang telah lama mencarinya dan kini akhirnya bertemu kembali.

              Setelah bercerita banyak tak lupa juga kumintakan nomor handphonenya. Aku masih ingat benar, hari itu adalah hari sabtu, dan tepat pada malam harinya aku menelponnya. Dan yang membuatku terdiam dalam senyum saat itu adalah ketika mendengar suaranya, dan aku yakin itu dia. Suara lembutnya masih sama seperti dulu, suara manja dan pemalunya tak jauh berubah. Perbincangan via telepon itu benar-benar kumanfaatkan sebaik mungkin untuk tahu banyak tentang keberadaan dan keadaannya saat ini.

               Tanpa tersadar kini ia sudah di bangku pendidikan terakhir di SMA, dan masih tak terbayang olehku seperti apa wajah imut dan manjanya dulu yang kini sudah beranjak dewasa dan akan berkuliah. Dari percakapan itu aku mendengar suara bahagia dari setiap jawaban-jawabannya, mungkin memang karena ia pun merasa tak disangka-sangka akan berkomunikasi lagi denganku.

              Aku bercerita banyak tentang kehidupanku selama ini, kuceritakan tentang bagaimana pencarianku mencarinya, aku mengungkapkan betapa bahagianya berkomunikasi lagi dengannya, dan kuceritakan kembali padanya tentang momen-momen yang masih kuingat semasa dulu. Tak lupa juga kusuruh ia untuk membaca tulisanku tentang pencarianku di blogku ini.

              Tak hanya aku yang bercerita banyak, tapi fany pun juga sebaliknya. fany bercerita banyak tentang bagaimana kehidupannya selema ini, tentang pengalamannya, dan yang paling membuatku geram mendengar cerita darinya ternyata ia pernah tinggal di komplek perumahan dimana orang tuaku tinggal saat ini, dan yang membuatku geram adalah kenapa jarak kami yang sudah sedekat itu pun kami tak juga dipertemukan.

              Sudah sekitar setengah jam kami bercerita dan yang anehnya, dia menanyakan tentang mantanku, yang kebetulan adalah teman pacarnya di kampus. Bagian ini mungkin aku lewatkan saja, karena aku tak mau membahas tentang mantan di cerita ini. Dan secara tidak langsung akupun tahu kalau kini fany sudah memiliki kekasih. Dia juga bercerita tentang kekasihnya itu.

              Larut sudah malam itu, kami habiskan waktu untuk bercerita banyak melalui telepon genggam. Hingga akhirnya aku berjanji untuk menemuinya suatu saat nanti. Malam pun semakin larut dan akupun mengakhiri perbincangan kami dengan tersenyum bahagia, dan kuhabiskan sisa malam itu untuk beristirahat sambil sejenak mengenang dan membayangkan sosoknya kini.
    ---------------------------------------------------------------------------------------------------
    Permatakoe yang Hilang
    ---------------------------------------------------------------------------------------------------
    Ditulis pada malam rintik pasca hujan dengan peluh didahi
    Dari sudut kamar di kota bertuah berselimutkan asap.
    Salam rinduku untukmu adikku.
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Kepada Pengunjung Blog ini di mohon kesediaannya untuk berkomentar di bawah ini...
    Dan sertakan URL anda bila perlu.. :)

    Let's Discuss with Me!

    You can discuss about health, graphic design, bussiness, marketing, etc.

    ADDRESS

    28300, Pekanbaru, Riau, Indonesia

    EMAIL

    heruardilaputra@gmail.com
    heruardilaputra@yahoo.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    SOCIAL MEDIA

    Facebook: Heru Ardila Putra
    Instagram: heruardila